Perbandingan Kinerja Agglomerative Clustering Pada Data Stunting Untuk Segmentasi Wilayah
DOI:
https://doi.org/10.51211/biict.v10i2.2657Kata Kunci:
agglomerative clustering, segmentasi, stuntingAbstrak
Penelitian ini melakukan segmentasi wilayah berdasarkan faktor – faktor yang mempengaruhi stunting melalui teknik data mining yaitu agglomerative clustering. Hasil uji coba menunjukkan ketika menggunakan single linkage, maka cluster optimal terjadi ketika terbentuk 10 cluster, sedangkan ketika menggunakan average linkage dan complete linkage maka cluster optimal terjadi ketika terbentuk 3 cluster. Hasil analisis yang dapat diambil dari terbentuknya 3 cluster adalah, untuk Kabupaten/Kota yang menjadi anggota cluster 1 merupakan daerah yang mempunyai tingkat kepadatan penduduk tinggi, sedangkan Kabupaten/Kota yang menjadi anggota cluster 3 adalah daerah yang mempunyai tingkat kepadatan penduduk rendah, sedangkan anggota cluster 2 adalah daerah yang mempunyai tingkat kepadatan penduduk diantara anggota cluster 1 dan anggota cluster 3. Berkaitan dengan data stunting, maka kabupaten kotamadya yang termasuk dalam cluster 1 memiliki tingkat stunting rendah, sedangkan cluster 2 memiliki tingkat stunting sedang, dan cluster 3 adalah kabupaten kotamadya yang termasuk ke dalam daerah yang memiliki tingkat stunting tinggi.