Implementasi Metode SAW dalam Seleksi Penerima Bantuan Keuangan Langsung: Studi Kasus di RT.02/02 Kelurahan Tugu
DOI:
https://doi.org/10.51211/isbi.v9i1.2738Keywords:
Sistem Pendukung Keputusan, Penerima BLT, Metode SAWAbstract
Desa RT02/02 memilih calon penerima bantuan keuangan langsung. Di desa Penerima bantuan keuangan langsung sering kali diabaikan. Banyak data mengenai sasaran penerima bantuan keuangan langsung yang tidak tepat sering terlihat dalam publikasi, di televisi, atau bahkan secara langsung. Tujuan dari sistem ini harus didukung dengan penerapan metode Simple Additive Weighting (SAW). Konsep dasar dari metode SAW adalah "mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut penyelesaian suatu masalah memerlukan penyesuaian terhadap peraturan atau ketentuan yang berlaku sewaktu-waktu”, maka pendekatan Simple Additive Weighting dipilih dan dianggap tepat untuk digunakan dalam suatu sistem pengambilan keputusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Simple Additive Weighting (SAW). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi pustaka, dan kuesioner sebagai sampel. Hipotesis dari penelitian ini adalah Sistem Pendukung Keputusan mempengaruhi secara signifikan oleh Penerima BLT. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada calon penerima BLT dengan nama Suratno Mendapatkan Hasil Dengan Nilai 0,65. Untuk kriteria Pekerjaan Mendapatkan Hasil Dengan Nilai 0,05. Untuk Kriteria Penghasilan Mendapatkan Hasil Dengan Nilai 0,15. Untuk Kriteria Umur Mendapatkan Hasil Dengan Nilai 0,15. Untuk Kriteria Jumlah Pengeluaran Mendapatkan Hasil Dengan Nilai 0,05. Dan Untuk Kriteria Jumlah Tanggungan Mendapatkan Hasil Dengan Nilai 0,25.