PENGEMBANGAN LIPSTIK SIRIH SEBAGAI INOVASI KOSMETIK HERBAL NUSANTARA MELALUI PENDEKATAN ANALISIS SWOT DAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.51211/jmbi.v10i3.3850

Kata Kunci:

Keywords: SWOT Analysis, Business Model Canvas, Red Betel Leaf, Herbal Cosmetics, MSME

Abstrak

Abstrak: Industri kosmetik Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk berbahan alami (clean beauty). Penelitian ini bertujuan mengembangkan LIPSTIK SIRIH sebagai inovasi kosmetik bibir herbal berbasis ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dan menganalisis kelayakan usahanya menggunakan pendekatan manajerial. Penelitian menggunakan desain research and development dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Analisis bisnis dilakukan menggunakan Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan utama produk terletak pada kandungan bioaktif unik daun sirih merah yang belum banyak dieksplorasi kompetitor, dengan peluang ekspansi yang diperkuat oleh tren clean beauty dan digitalisasi pemasaran. Perancangan BMC menggambarkan proposisi nilai yang menonjolkan manfaat antioksidan dan antibakteri, segmen pelanggan generasi muda urban serta konsumen kulit sensitif, serta distribusi melalui kombinasi platform digital dan jalur offline. LIPSTIK SIRIH memiliki potensi kuat sebagai kosmetik herbal fungsional berbasis bahan lokal yang mendukung pelestarian kearifan lokal Nusantara.

Abstract: Indonesia's cosmetics industry is experiencing rapid growth driven by increasing consumer awareness toward natural and herbal-based products (clean beauty). This study aims to develop LIPSTIK SIRIH as an innovative herbal lip cosmetic based on red betel leaf extract (Piper crocatum) and to analyze its business feasibility through a managerial approach. The research applied a research and development design with a descriptive-qualitative method. Business analysis was conducted using the Business Model Canvas (BMC) and SWOT framework. SWOT analysis results indicate that the product's primary strength lies in the unique bioactive compounds of red betel leaf that remain largely unexplored by competitors, with market expansion opportunities reinforced by the clean beauty trend and digital marketing growth. The BMC design illustrates a value proposition centered on antioxidant and antibacterial benefits, customer segments comprising urban youth and sensitive-skin consumers, and distribution through a combination of digital platforms and offline channels. LIPSTIK SIRIH demonstrates strong potential as a functionally sound herbal cosmetic based on local ingredients that supports the preservation of Indonesian traditional knowledge.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-07